Cara membuat karya tulis ilmiah yang baik dan benar (bagian 1)

Cara membuat karya tulis ilmiah: Sebelum masuk ke pembahasan inti sistematika karya tulis ilmiah Ada beberapa pembahasan pokok yang harus kita ketahui dan akan di bahas di sini yaitu:


1. Pengertian karya tulis ilmiah

2. Kenapa menulis karya ilmiah itu penting? Apa fungsinya?

3. Unsur-unsur atau kharakteristik karya tulis ilmiah

4. Faktor penghambat karya tulis ilmiah

5. Sistematis karya ilmiah


1. Pengertian karya tulis ilmiah


Karya ilmiah biasa disebut juga dengan scientific paper dalam Bahasa daerahnya. :D
Pengertian Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. (Versi Wikipedia).

Karya tulis ilmiah dapat juga diartikan sebagai tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, dan penelitian dalam bidang tertentu yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarnnya.

2.Kenapa menulis karya ilmiah itu penting?? Apa fungsinya??


1. Berfikir sistematis.


Salah satu alasan kenapa membuat karya tulis ilmiah itu penting adalah karena dapat melatih seseorang untuk berfikir sistematis.

Sistematis maksudnya adalah berfikir yang runtut, dimulai dari hal yang kecil atau ringan kemudian bertahap ke inti persoalan dan terakhir ke solusinya.

Berikut urutannya :

Menganalisa masalah, melakukan penelitian dan akhirnya menemukan solusi.
Itulah yang dimaksud dengan berfikir sistematis. Sehingga mudah untuk dipahami oleh orang lain.

2. Menumbuhkan dan mengembangkan keilmuan


Menulis karya ilmiah yang baik dan benar sekarang ini juga sudah mulai dituntut. Misalnya saja adanya peraturan kemendikbud yang mewajibakan adanya skripsi untuk program sarjana, bagi pegawai negeri yang akan naik jabatan, dan lain-lain.

Berbagai lomba juga banyak sekali seputar tulisan ilmiah.
Karena memang melalui karya tulis ilmiah ini adalah salah satu cara untuk menumbuhkan dan mengembangkan ilmu, melalui penelitian yang dilakukan.

Seseorang mau tidak mau untuk mendapatkan tulisan yang ilmiah harus melakukan penelitian. Sehingga banyak kemungkinan penemuan baru akan berkembang.

Makanya rugi banget kalau masih gak tahu bagamana caranya membuat karya tulis ilmiah.


3. Unsur-unsur/kharakteristik suatu karya tulis ilmiah



Sebuah karya ilmiah bisa dikatakan ilmiah atau tidak apabila terkandung beberapa unsur di bawah ini :

1. Logis, yaitu keterangan baik itu pendapat, bukti dan data yang disajikan dapat diterima akal sehat.

2. Sistematis, yaitu data yang disajikan disusun berdasarkan urutan yang sesuai sehingga mudah untuk dipahami.

3. Objektif, yaitu penyajiannya apa adanya (sesuai dengan keadaan objek yang sebenarnya).

4. Tuntas, yaitu masalah yang diangkat dikupas secara terperinci dan lengkap.

5. Kebenaranya dapat diuji.

6. Berlaku umum bagi semua populasi.

7. Memakai bahasa yang baku sesuai EYD.

4. Dasar-dasar dalam membuat karya ilmiah


Sebuah karya ilmiah sebenarnya adalah cara untuk berkomunikasi kepada seseorang. Bagaimana cara kita menyampaikan ke orang lain supaya bisa menangkap pesan yang disampaikan secara mudah, benar dan lengkap.

Makanya sebuah karya ilmiah itu tidak hanya berdasarkan kelengkapan dan kebenaran isi, tetapi juga harus memperhatikan penggunaan kata dan Bahasa yang baku (dipahami oleh semua orang).

Menulis karya ilmiah juga wajib memperhatikan metode penulisan yang benar terdiri dari:

Membuat konsep gagasan dan prosedur-prosedur yang sudah disepakati, selain itu yang paling penting adalah cara penulisannya mengikuti kaedah-kaedah yang telah ditetapkan oleh masyarakat ilmiah pada umumnya. Sehingga setiap orang yang membaca akan mudah memahami pesannya secara utuh dan menyeluruh.


5. Faktor penghambat penulisan karya tulis ilmiah


1. Waktu yang terbatas


Hal ini merupakan factor yang menjadi kendala secara umum bagi kebanyakan orang. Kadang sudah menemukan ide tapi sulit untuk menuliskan secara utuh akibat keterbatasan waktu.

Waktu yang di miliki habis untuk mencari segudang referensi.

Saran saya adalah bagi waktu yang kita miliki. Khususkan 1 atau 2 hari untuk mencari referensi. Sisanya silahkan gunakan untuk proses membuatnya dan penyuntingan.

2. Tidak berkembangnya ide


Ini sepertinya juga menjadi factor penghambat yang sangat populer bagi penulis, kehabisan ide. Mulai  dari menentukan judul yang bingung, ide yang gak mau muncul, malas dan sebagainya.

Makanya agar kita punya ide kita harus punya dasarnya, baca setiap referensi yang ada jangan cuma asal copas.

Kalau sudah punya dasarnya yakin saja ide akan bermunculan dengan sendirinya. Menulis karya ilmiah tidak terasa berat lagi. Jangan lupa untuk membuat pokok kalimat supaya penjelasan yang diberikan selalu relevan dan mendukung kalimat utama.

3. Faktor rendahnya motivasi


Kurangnya motivasi juga menjadi factor penghambat dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Kalau masalah ini penyelesainnya bergantung pada diri anda. Kalau anda memilih malas siapa lagi yang dapat mengubah selain diri sendiri.

Meskipun beribu-ribu petuah disampaikan kalau diri anda tidak mau berubah ya tidak berubah. Sekedar saran coba cari referensi melalui orang yang sering menggeluti KTI, apa kira-kira yang membuat dia menggelutinya.

Sumber: Skripsi Rahma Titi Larasati

Saya diatas hanya menuliskan tiga saja faktornya karena menurut saya factor terbatasnya ide dengan terbatasnya wawasan pengembangan keprofesian berkelanjutan itu hampir sama. Kalau wawasan anda banyak pasti ide juga akan berkembang.


6. Sistematika karya ilmiah


Inilah yang menjadi inti dalam membuat karya tulis ilmiah. Apa saja dan bagaimana sistematika penulisan sebuah karya ilmiah :


A. BAGIAN PEMBUKA
     1. Halaman Sampul/cover
     2. Halaman Judul
     3. Halaman Pengesahan
     4. Abstraksi
     5. Kata Pengantar
     6. Daftar Isi
     7. Daftar Tabel, Gambar, Grafik, dll.

B. BAGIAN ISI

     BAB I PENDAHULUAN
     1.1 Latar Belakang Masalah
     1.2 Rumusan masalah
     1.3 Tujuan Penelitian
     1.4 Manfaat Penelitian
     1.5 Batasan masalah
     1.6 Definisi Istilah (Boleh ada dan boleh tidak)
     1.7 Hipotesis

     BAB II KAJIAN TEORETIS DAN METODOLOGI PENULISAN
     2.1 Kajian Teoretis
     2.2 Kerangka Pemikiran
     2.3 Metodologi Penulisan

     BAB III METODE PENELITIAN
     3.1 Jenis Penelitian
     3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
     3.3 Populasi dan Sampel Penelitian
     3.4 Metode Pengumpulan Data
     3.5 Teknik Analisis Data
     3.6 Desain Penelitian

     BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
     4.1 Hasil penelitian
     4.2 Pembahasan

     BAB V PENUTUP
     5.1 Kesimpulan
     5.2 Saran


Selain beberapa aturan diatas ada juga sistematika tambahan dalam penulisan karya tulis ilmiah yaitu:

  1. Sistematika diatas harus ditulis secara lengkap dan runtut.
  2. Penulisan BAB ditulis menggunakan huruf Times News Roman bold dengan ukuran 14, bagian sub BAB di tulis dengan huruf Times News Roman di cetak bold/tebal ukuran font 12, sedangkan bagian di luar sub BAB dan BAB ditulis dengan jenis huruf yang sama dengan ukuran huruf 12 tanpa style bold.
  3. Menggunakan kertas A4 dengan margin top, left, right, bottom = 4,4,3,3 cm.
  4. Pada bagian pembuka menggunakan halaman dengan huruf romawi kecil seperti : I,ii,iii dan seterusnya.
  5. Selanjutnya untuk halaman isi sampai bagian terakhir menggunakan halaman 1,2,3 dan seterusnya.
  6. Tabel dan gambar dalam teks di tulis sesuai letak BABnya kemudian diikuti dengan nmor tabelnya.

    Contoh:

    Gambar II.1  berarti gambar pada BAB II yang pertama
    Tabel II.2   berarti Tabel BAB II yang ke dua

    Begitu seterusnya.
  7. Istilah asing dalam teks di cetak miring.
  8. Menggunakan spasi 2, terkecuali halaman abstrak menggunakan spasi 1.

Demikian cara membuat karya tulis episode 1, nanti akan saya update artikel berikutnya tentang penjelasan lebih jelas untuk setiap sistematika karya ilmiah di atas. Semoga bermanfaat..

You Might Also Like:

Disqus Comments