Apakah Benar Terlalu Sering Menginstal Ulang Laptop Akan Berdampak Buruk?

Apakah ada dampak negatif dengan seringnya menginstal ulang Windows?
Apakah sering memformat dan menginstal ulang sistem operasi merusak hard drive?

Pertanyaan itulah yang sering menjadi keraguan para pemula yang hobinya inull (Install Ulang Laptop). Cukup banyak sekali yang menanyakan masalah ini. Sebenarnya saya menulis artikel ini gara-gara tidak sengaja membaca komentar di salah satu portal windows yang cukup terkenal di Indonesia. Waktu itu saya lagi iseng-iseng baca artikel tentang windows creator update. Eh, ternyata cukup banyak yang menanyakan efek buruk jika terlalu sering install ulang windows.

Sebenarnya dampak buruk terlalu sering install ulang laptop itu Mitos atau Fakta?
Jawabannya mungkin saja fakta!

Kenapa saya jawab mungkin? Karena saya belum pernah mengalami hal ini langsung. Saya menyimpulkan hanya berdasarkan sumber yang sudah ada dan belum tentu itu 100% benar.
Efek terlalu sering menginstall ulang laptop
Rata-rata jika saya mengetikkan digoogle dengan kata kunci “dampak buruk akibat terlalu sering menginstall laptop” pasti dampaknya pertama hardisk rusak, baterai bisa rusak, hardware rusak, data hilang dll. Kalau yang masalah hardisk rusak menurut saya masih masuk akal. Memang semua itu tidak salah dan bisa saja terjadi kapan saja, namun untuk dampak hardware rusak dan baterai rusak emang beneran? Saya pikir itu terlalu berlebihan!

Kalau menurut saya masalah hardware yang umum adalah hardisk bad sector atau lambat. Sedangkan untuk yang merusak baterai saya kurang sependapat karena menurut saya itu terlalu berlebihan. Kenapa? Karena menginstall windows itu hanya butuh waktu 20 menitan. Memang sih saat kita menginstall ulang windows, laptop kita akan bekerja keras dan menguras daya. Tapi itu tidak akan menimbulkan efek apa-apa terhadap baterai. Menurut saya justru penyebab baterai cepat rusak adalah penggunaan laptop yang secara berlebihan. Misal: Nonton semalaman, main game terus-terusan dll. Kalau install mah 20menitan doang!

Coba baca beberapa screenshoot dibawah ini, yang menanyakan adanya efek sering install ulang laptop.
#1
Efek terlalu sering menginstall ulang laptop
Intinya ada orang bertanya katanya pernah diberitahu pada sebuah forum online komputer, bahwa sering menginstal ulang windows akan membuat Harddisk mendapat masalah, seperti Bad Sector. Apakah pernyataan itu benar?

Jawabannya: Hard drive tidak akan rusak hanya karena install ulang. Kalau pengen tahu jawaban lengkapnya silahkan translate sendiri ya..:D Capek ngetik sayanya.

#2
Dampak buruk sering install ulang laptop
Dampak buruk sering install ulang laptop
Pertanyaan kurang lebih sama, namun jawabannya beda. Dia mengatakan bahwa akan berakibat pada hardisk terlebih lagi jika bertipe SSD.

Untuk versi lengkapnya kamu bisa baca di forumnya langsung di bawah ini.
  • https://superuser.com/questions/256907/does-frequently-formatting-and-reinstalling-an-operating-system-damage-a-hard-dr
  • https://superuser.com/questions/980718/is-there-bad-effects-by-frequently-reinstalling-windows

Dari dua screenshoot di atas saya hanya ingin menunjukkan bahwa efek buruk sering menginstall ulang laptop bisa saja terjadi dan bisa juga tidak. Install ulang laptop akan mempunyai efek buruk jika kamu memang benar-benar sangat sering menginstall windows. Misalnya setiap bulan! Bayangkan saja jika ada orang yang sampai menginstall laptop sebulan sekali? Kira-kira bagaimana caranya dia menggunakan laptopnya sampai tiap bulan harus install?

Kalau tidak mempunyai alasan yang berarti, lebih baik tidak usah install ulang. Hanya buang-buang waktu saja. Menurut saya kebanyakan alasan orang menginstall ulang laptop adalah:
  1. Laptopnya eror (wajar)
  2. Laptopnya lemot (masih dimaklumi)
  3. Pengen yang OS terbaru (dimaklumi)
  4. Sudah bosan (mulai tidak wajar)
  5. Karena dia kurang kerjaan (sangat tidak wajar)

Bang laptop saya sering lemot makanya sering saya install!

Perlu diingat, laptop lemot itu bukan mutlak karena windowsnya yang rusak. Ada banyak penyebabnya, bisa saja karena terlalu banyak program yang dijalankan, spesifikasi, kondisi hardware, virus atau bahkan hanya karena browser yang kotor (terlalu banyak extensi yang digunakan). Jangan mentang-mentang bisa menginstall ulang terus saat laptop lemot sedikit langsung install ulang. Daripada harus install ulang terus menerus mending coba cari cara mengatasi dan penyebabnya kenapa laptop bisa lemot. 

Jadi sebagai kesimpulan sering menginstall ulang laptop apakah akan berdampak negatif khususnya pada hardisk?

Jawabannya adalah tergantung dari seberapa sering kamu melakukannya. Apakah sebulan sekali? jika iya mungkin saja akan berdampak buruk. Saya pikir itu tidak mungkin install ulang sebulan sekali atau kamu memang kurang kerjaan.

 Namun hal yang paling berpengaruh untuk merusak hardisk adalah kebiasaan mematikan paksa laptop dengan menekan tombol power. Hal itu sangat berpengaruh karena kita tiba-tiba mematikan paksa kinerja hardisk yang belum selesai sehingga lebih besar kemungkinan bad sector. Selain itu juga terlalu sering mempartisi ulang hardisk juga berpengaruh. Intinya semuanya yang dipaksa dan berlebihan itu tidak baik. :)

Sekian semoga artikel tentang dampak buruk akibat terlalu sering menginstall ulang laptop ini ada manfaatnya.

Advertisement