Batuan beku

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari pendinginan dan pembekuan magma dimana mineral-mineral mengkristal dan saling mengkunci. Adapun magma yaitu cairan silikat pijar yang mempunyai temperature 1200˚C dengan unsur-unsur utama Si, O, Al, Ca, Na, K, Ferrum, H2O dan gas.

BATUAN BEKU



Klasifikasi batuan beku:


Batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tempat terbentuknya, warna, kimia, tekstur, dan mineraloginya.
Berdasarkan tempat terbentuknya batuan beku dibedakan atas :

1.  Batuan beku Plutonik, yaitu batuan beku yang terbentuk jauh di perut bumi.
2. Batuan beku Hypabisal, yaitu batuan beku yang terbentu tidak jauh dari permukaan bumi
3. Batuan beku vulkanik, yaitu batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi

Berdasarkan warnanya, mineral pembentuk batuan beku ada dua yaitu mineral mafic (gelap) seperti olivin, piroksen, amphibol dan biotit, dan mineral felsic (terang) seperti Feldspar, muskovit, kuarsa dan feldspatoid.

Klasifikasi batuan beku berdasarkan warnanya yaitu:
1.  Leucocratic rock, kandungan mineral mafic < 30%
2.  Mesocratic rock, kandungan mineral mafic 30% - 60%
3.  Melanocratic rock, kandungan mineral mafic 60% - 90%
4.  Hypermalanic rock, kandungan mineral mafic > 90%

Berdasarkan kandungan kimianya yaitu kandungan SiO2-nya batuan beku diklasifikasikan menjadi empat yaitu:
1.  Batuan beku asam (acid), kandungan SiO2 > 65%, contohnya Granit, Ryolit. 2. Batuan beku menengah (intermediat), kandungan SiO2 65% - 52%. Contohnya Diorit, Andesit
3. Batuan beku basa (basic), kandungan SiO2 52% - 45%, contohnya Gabbro, Basalt
4.  Batuan beku ultra basa (ultra basic), kandungan SiO2 < 30%

Batuan beku dibedakan menjadi:

1. Batuan beku dalam (intrusive/plutonik)

Batuan beku intrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dibawah permukaan bumi. Magma yang. membeku di bawah permukaan, pendinginannya sangat lambat (dapat sampai jutaan tahun), memungkinkan tumbuhnya kristal-kristal yang besar dan sempurna, menjadi tubuh batuan beku intrusif. Tubuh batuan beku dalam mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam, karena magma dapat menguak batuan di sekitarnya, atau menerobos melalui rekahan. Bentuk­-bentuk yang memotong struktur batuan sekitarnya  (diskordan) adalah batolit, stock, dyke (korok) dan jenjang volkanik (volcanic neck). Sedangkan bentuk yang sejajar dengan struktur batuan sekitarnya (konkordan) adalah sill, lakolit dan lopolit.

2. Batuan beku luar (ekstrusif)

Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dipermukaan bumi. Magma yang mencapai permukaan bumi me1alui rekahan atau lubang kepundan gunungapi, sebagai erupsi, mendingin dengan cepat dan membeku menjadi batuan beku luar. Keluarnya magma di permukaan bumi melalui rekahan dinamakan erupsi linier atau fissure eruption. Pada umumnya magma basaltik yang viskositasnya rendah, sehingga dapat mengalir di sekitar rekahan, menjadi hamparan lava basalt atau plateau basalt. Sedangkan yang keluar melalui lubang kepundan dinamakan erupsi sentral. Magma dapat mengalir melalui lereng, sebagai aliran lava atau tersembur ke atas bersama gas-gas sebagai piroklastik, atau rempah gunungapi. Lava terdapat dalam berbagai bentuk dan jenis, ­tergantung pada komposisi magmanya dan tempat atau lingkungan dimana pembekuannya terjadi. Apabila membeku di bawah permukaan air terbentuklah lava bantal (pillow lava), sesuai dengan namanya, bentuknya mirip dengan bantal.


Struktur batuan beku

  1. Struktur aliran, terlihat sebagai kesejajaran bentuk lensa-lensa kecil garis-garis dan goresan-goresan, yang diakibatkan oleh karena lava tidak homogeny
  2. Struktur rekahan, merupakan rekahan-rekahan yang arahnya tegak lurus bidang pendinginan, dan permukaannya segi enam berbentuk prisma, dinamakan kerak kolom.
  3. Struktur vesikular terjadi akibat keluanya gas-gas yang terlarut dalam magma karena penurunan tekanan di sekitarnya, atau setelah mencapai permukaan bumi. Struktur ini terlihat sebagai serat-serat dalam lava.
  4. struktur amigdaloid terjadi apabila rongga-rongga pelepasan gas terisi oleh mineral sekunder, kalsit misalnya

Komposisi mineral dalam batuan beku dapat terdiri dari mineral primer (mineral yang terbentuk pada saat pembentukan batuan / bersamaan pembekuan magma) dan mineral sekunder (mineral yang terbentuk setelah pembentukan batuan).


klasifikasi batuan beku


Klasifikasi sederhana batuan beku yang umum adalah:


batuan beku


Batuan pada bagian kanan tabel, kaya akan mineral-mineral yang mengkristal paling dulu, mengandung lebih banyak unsur Mg dan Fe, karena itu dinamakan mineral mafik (Mg dan Fe). Kandungan SiO2-nya sangat kecil, sehingga memberikan warna lebih gelap dibandingkan dengan batuan pada bagian kiri tabel. Sedangkan batuan pada bagian kiri lebih banyak mineral-mineral feldspar dan mika (kuarsa), dan dinamakan batuan felsik, berwarna lebih terang dan pada batuan bagian kanan. 

Advertisement