Merah dan berdikari (berdiri di atas kaki sendiri)

Memasuki usianya yang ke #60 tahun Universitas Hasanuddin semakin terlihat merah dan berdikari, terbukti pada tahun 2015 tepatnya pada tanggal 22 juli 2015 Universitas Hasanuddin telah di tetapkan sebagai perguruan tinggi berbadan hukum (di singkat PTN BH) oleh presiden RI melalui peraturan pemerintah RI No. 53 Tahun 2015 tentang statuta Universitas Hasanuddin (Alumniunhas.com). Status PTN BH tidak begitu saja di sandang oleh Universitas Hasanuddin, banyak mahasiswa Unhas sendiri yang tidak setuju dengan  berubahnya status Unhas yang sebelumnya BLU (badan layanan umum) ke PTN BH. Terbukti dengan adanya tuntutan dari Aliansi Unhas Bersatu terkait dengan pencabutan status PTN BH, sehingga diadakan diskusi bersama Rektor Unhas dan Aliansi Unhas Bersatu pada hari kamis 14 april, 2016 di pelataran Baruga.

gedung rektorat unhas

Pada dasarnya tujuan status PTN BH adalah memberikan ruang yang besar bagi setiap Universitas untuk mengelola otonomi se luas-luasnya. Sehingga dengan resminya Unhas menyandang status PTN BH membuat Unhas mampu berdaya saing dengan dunia Internasional. Banyaknya ketakutan dari mahasiswa yang berpikir Unhas akan menjadi perguruan tinggi setengah swasta. Menurut saya sendiri hal ini tidak akan terjadi sebab Kementerian Pendidikan telah memberikan garis acuan pembayaran spp yang dikenal dengan uang kuliah tunggal. Berkaca dari Universitas terkenal yang ada di Indonesia seperti ITB, UGM, UI, Unpad mereka sudah terlebih dahulu menyandang gelar PTN BH di bandingkan Unhas. Kira-kira kenapa mereka mau menyandang gelar PTN BH? Unhas dengan beratus-ratus professor di dalamnya tentu tahu dan Unhas berani mengambil status PTN BH adalah bukti bahwa Unhas mampu bersaing di regional, nasional bahkan internasional tidak hanya merah saja tetapi juga bukti bahwa Unhas mampu berdikari.

Berdasarkan Visi Unhas yang bertekad untuk menjadi pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya berbasis maritim Indonesia memang perlu di ubah ke PTN BH. Sama halnya dengan adanya masyarakat asean mau tidak mau masyarakat harus terima keadaan ini. Bukannya menghindari tapi harus mencari solusi.  Apa solusinya? ya mampu berdaya saing. Memasuki usia yang sudah #60 tahun mau tidak mau Unhas harus berdaya saing kalau mau maju. Unhas tidak akan pernah maju jika otonomi rendah dan untuk membiayai semua bentuk perkuliahan tidak cukup hanya mengandalkan spp. Oleh karena itu dengan Unhas berdikari di harapkan dapat mengelola otonomi sebaik dan sekreatif mungkin dengan tidak menambah beban spp pada mahasiswa.

Apa yang harus diperbaiki oleh Unhas memasuki usianya yang ke #60?

Unhas memang semakin Nampak merahnya dan semakin berdikari tapi masih banyak yang harus dibenahi di dalam kampus. Sesuai dengan misi pertama yang di sandang Unhas yaitu menyediakan lingkungan belajar berkualitas untuk mengembangkan kapasitas pembelajar yang inovatif dan proaktif. Pertama yang harus di perbaiki apabila Unhas ingin menjadi pusat unggulan adalah lingkungan belajar. Tidak hanya kelas tapi juga fasilitas dan kualitas pendidik. Unhas harus mengupgrade lingkungan belajarnya sehingga mahasiswa juga akan ikut terupgrade dengan sendirinya. Lingkungan belajar berkualitas akan membentuk alumni yang berkualitas pula.

Alumni Unhas memang sudah membuktikan merahnya di dunia masyarakat tidak hanya merah namun juga kualitas yang tidak di ragukan lagi. Unhas sudah bnyak melahirkan alumni-alumni yang luar biasa seperti halnya Jusuf Kalla, Abraham Samad, Hamdan Zoelva, dll. Namun yang bikin saya resah adalah kenapa Unhas di luar masih saja di kenal sebagai kampus tukang demo? Bukan terkenal kualitasnya bagus tapi justru orang tahunya Unhas tukang demo. Itu yang sangat di sayangkan. Ini yang harus kita perbaiki dan buktikan di masyarakat bahwa Unhas punya kualitas, Unhas punya Integritas! Semoga saya pribadi sebagai mahasiswa Unhas, dan senior yang sudah menjadi alumni Unhas dapat memunculkan dan lebih menjaga nilai yang dijunjung oleh kampus kita yaitu Integritas, Inovatif, Katalitik, dan Arif.

Memasuki usia yang ke #60 tahun Universitas hasanuddin harus lebih merah dan berdikari!

Universitas Hasanuddin
Putra-Putrimu berteguh seia sekata
Tunggal ika
Menjadi pandu-pandu bangsa
Teguh padu bergerak maju
Menuju gerbang ilmu amal

Advertisement