Panduan Lengkap Cara Mengkritisi Jurnal Penelitian dan Artikel

Cara mengkritisi jurnal penelitian maupun artikel bukanlah suatu hal yang sulit. Kamu hanya perlu membaca artikel atau jurnal tersebut, kemudian memberikan komentar jika menurutmu ada kekurangannya. Kritisi terhadap jurnal penelitian dan artikel umum sebenarnya sama. Berikut penjelasan lengkapnya mengenai kritisi jurnal maupun artikel.

Buat kamu yang nyasar di artikel ini pasti sedang mengerjakan tugas mengkritisi jurnal kan? :D Ya, saya juga dulu pernah diberikan tugas untuk mengkritisi jurnal internasional dalam mata kuliah sistem penyokong keputusan. Beberapa waktu dulu saya mencari panduannya di google. Namun sekarang baru sempat menuliskannya disini.
Panduan mengkritisi jurnal

Langsung saja berikut langkah-langkah dalam mengkritisi sebuah jurnal/artikel:


Pertama-tama kamu harus mendapatkan informasi dasar berikut ini:
  1. Nama Penulis
  2. Judul Artikel
  3. Apabila jurnal: judul jurnal, nomor volume, tanggal, bulan dan nomor halamannya
  4. Masalah atau isu yang dibahas
  5. Tujuan, metode, hipotesis dan kesimpulan utamanya.
Dalam mengkitisi sesuatu harus berisi pendapat yang logis. Oleh karena itu minimal kamu harus membaca sebanyak tiga kali baru bisa masuk ke tahap kritisi. Membaca artikel/jurnal pertama kali itu untuk memudahkan kamu mengidentifikasi lima unsur penting di atas. Kemudian membaca ulang kedua kalinya secara sekilas untuk mencatat lima unsur penting tersebut. Setelah itu, barulah membaca secara keseluruhan lagi untuk melakukan kritisi.

Untuk melakukan kritisi supaya tidak bingung, kamu harus punya daftar pertanyaan. Daftar ini akan membantu menganalisis apa kekurangan dan kelebihan dari artikel atau jurnal tersebut. berikut daftar pertanyaan yang bisa membantu kamu dalam mengkritisi:

Pertanyaan Pedoman untuk Mengkritisi Jurnal Penelitian dan Artikel Umum

  1. Apakah judul artikel sudah sesuai (tepat) dan jelas? (Perhatikan juga apakah judulnya terlalu panjang, atau justru sangat singkat sehingga tidak relevan dengan artikel).
  2. Jika artikel ilmiah/jurnal, apakah abstraknya sudah mewakili isi artikel termasuk masalah penelitian, sampel, metodologi, temuan dan rekomendasi?
  3. Apakah tujuan dan identifikasi masalah sudah jelas?
  4. Apakah kamu menemukan kesalahan tentang fakta tertentu atau interpretasi? (Terkadang penulis sering salah dalam menafsirkan pekerjaan orang lain. Pastikan untuk melihat sendiri referensi yang dikutip penulis).
  5. Apakah sumber yang dikutip penulis relevan? (Jika referensi yang dikutip tidak relevan dengan topik alias sudah mulai ngawur sarankan untuk menghapusnya).
  6. Apakah ada bagian naskah tertentu yang perlu dikembangkan, dipersingkat atau justru dihilangkan?
  7. Apakah penjelasan yang diberikan penulis sudah jelas? Jika tidak, sarankan untuk memberikan contoh.
  8. Apakah penulis menggunakan referensi yang update? (Studi penelitian harus memilik daftar yang akurat dari semua buku; artikel jurnal, laporan dan media lain yang dimaksud dalam pekerjaan (Polit dan Beck, 2006). Sumber yang direferensikan juga merupakan sumber yang berguna untuk informasi lebih lanjut tentang subjek yang sedang dipelajari).
  9. Apakah prosedur telah disajikan dengan detail sehingga memungkinkan pembaca untuk menirunya? (Kebanyakan penulis akan menulis bagian ini dengan sangat singkat sehingga membuat pembaca susah memahaminya).

Pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang paling sering digunakan untuk mengkritisi sebuah jurnal atau artikel. Namun tidak terpaku hanya itu saja, kamu dapat mengembangkannya lebih lengkap lagi. Misal dengan membandingkannya dengan jurnal lain yang sejenis.

Dalam mengkritisi jurnal saya belum menemukan panduan fomalnya. Hanya beberapa panduan mengenai pertanyaan. Saya pikir soal penulisan itu tergantung dari si pengkritisi. Makanya jangan heran jika ada orang yang penulisannya berbeda. Untuk contoh format kritisi jurnal (versi saya) silahkan kamu download disini

Proses mengkritisi melibatkan pemeriksaan mendalam dari setiap tahap proses penelitian. Ini bukan kritik melainkan pengawasan impersonal dari sebuah pekerjaan dengan menggunakan pendekatan yang seimbang dan obyektif, tujuannya adalah untuk menyoroti kekuatan dan kelemahan, untuk mengidentifikasi (British Journal of Nursing. 2007. Vol 16, No II).

Ingat kritisi tidak melulu tentang kekurangan, lebih baik sajikan secara lengkap antara kekurangan dan kelebihan dalam hasil kritisi.

Referensi: 
  • Cara mengkritisi sebuah artikel jurnal diterbitkan oleh Pusat Pengajaran dan Pembelajaran di UIS.
  • Panduan langkah demi langkah untuk mengkritisi penelitian. Bagian 1: penelitian kuantitatif diterbitkan oleh British Journal of Nursing. 2007. Vol 16, No II.

Advertisement