Cara Cloning Windows 10 ke SSD Paling Mudah (+Gambar)

Hari ini baru saja saya selesai mengganti hardisk laptop dan melakukan cloning windows 10 ke SSD. Kebanyakan orang saat upgrade laptop dari hardisk ke SSD, mereka akan melakukan instal ulang laptop. Padahal ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan melakukan cloning windows pada partisi C nya.

Kenapa kita perlu melakukan cloning windows?

Mungkin banyak orang yang memilih install ulang, karena mereka pikir itu juga tidak sulit. Namun pemikiran ini akan berubah jika laptop Anda sudah mempunyai aplikasi yang kompleks dan berbagai lisensi dan pengaturan didalamnya.

Apakah yakin Anda ingin menginstall semua aplikasi tersebut satu persatu? Melakukan pengaturan sedemikian rupa seperti sebelumnya yang sudah kompleks?

Saya rasa tidak ada yang mau! Nah alasan inilah yang menyebabkan kenapa kita perlu melakukan cloning windows dibandingkan harus instal ulang.

Hal yang harus dipersiapkan sebelum cloning windows

Tidak banyak yang harus disiapkan, jika Anda menggunakan SSD SATA 2.5″ cukup siapkan converter hardisk internal untuk transfer datanya dari hardisk ke SSD. Namun jika Anda menggunakan SSD M2 maka siapkan juga converter SSDnya.

Untuk software clonenya, kita menggunakan AOMEI Backupper technician Plus. Silahkan Anda cari di webnya kuyhaa atau di url ini https://www43.zippyshare.com/v/FXUwC9rm/file.html. Saya menggunakan aplikasi ini karena menurut saya ini cara paling simpel dan mudah.

Cara cloning windows 10 ke SSD

Silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini untuk clone windows dari hardisk ke SSD:

Install aplikasi AOMEI Backupper

Klik dua kali pada file silent, dan tunggu hingga proses selesai.

Hubungkan SSD dengan converter

Hubungkan SSD dengan converter hardisk internal, kemudian colokkan ke laptop

Buka aplikasi AOMEI Backupper

Klik dua kali pada ikon AOMEI Backupper yang telah diinstall sebelumnya.

Lakukan Clone

Clone system windows

pilih Clone > System Clone (karena kita akan cloning partisi C nya saja). Jika ingin clone satu hardisk, maka pilih Disk Clone.

Tentukan partisi tujuan clone

Memilih disk sebagai lokasi baru sistem windows

Akan tampil dialog Destination Partition. Disini kita disuruh memilih Disk untuk lokasi baru system windowsnya. Biasanya SSD akan tampil paling bawah (karena yang atas adalah hardisk laptop). Jika SSD tidak muncul, pastikan Anda sudah mencolok SSD terlebih dahulu sebelum membuka aplikasi AOMEInya.

Centang SSD Alignment

Proses migrasi windows ke ssd

Selanjutnya pada Operation Summary jangan lupa centang SSD Alignment untuk memaksimalkan transfer data ke SSD. Sedangkan untuk pilihan Sector by Sector Clone tidak usah diaktifkan. Karena pilihan ini akan mengclone folder sama persis dengan versi sebelumnya meskipun folder tersebut kosong atau error (ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama).

Start Clone

Terakhir klik Start Clone. Tunggu hingga porses clone selesai. Saya sendiri dengan ukuran file partisi C sebesar 90an GB processor laptop dual core, bisa memakan waktu sekitar hampir dua jam. Tergantung lagi dengan kecepatan processor dan hardisk yang Anda gunakan, bisa jadi lebih cepat.

Setelah proses cloning windows 10 selesai, sekarang SSD Anda sudah siap dipasang di laptop tanpa perlu instal ulang lagi. Semua lisensi dan pengaturan program akan sama dengan sebelumnya.

Kesimpulan

Cloning windows ke SSD memang sedikit lama, namun hal ini juga sebanding jika Anda mempunyai banyak aplikasi dan pengaturan yang kompleks. Selain itu sistem cloning menggunakan cara ini juga lebih efisien dan cepat dibandingkan dengan clone satu hardisk penuh.

Apakah bisa cloning windows tanpa software?

Sejauh ini setahu saya belum bisa, bahkan di windows 10. Karena saat ini windows belum menyediakan opsi untuk clone partisi OS ke memori lain termasuk SSD.

Sekian tutorial cara cloning windows 10 ke SSD semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar