tedieka Orang Geofisika yang sangat tertarik dengan teknologi, mapping, blogger, dll serta mempunyai niat pengen selalu berbagi dengan tulisan tapi gak jadi-jadi.

Cara Membuat Flashdisk Agar Kebal Terhadap Virus

1 min read

Masalah virus yang menyerang flashdisk adalah masalah klasik yang menjengkelkan. Meskipun virus ini hanya berupa virus shortchut dan tidak tidak berbahaya. Tapi tetap saja hal ini sangat mengganggu. Makanya ketika saya mendapatkan trik untuk membuat flashdisk kebal terhadap virus, saya sangat bersyukur sekali. FD saya bisa lebih aman.

Bayangkan saja saat-saat penting ingin print sesuatu lalu filenya tiba-tiba hilang, atau file penting yang dikirim tiba-tiba jadi virus. Sangat mengganggu sekali! Kalau orang awam pasti mengira file tersebut sudah lenyap, alias tidak bisa dikembalikan lagi.

Penyebab flashdisk terkena virus

Biangkeladi dari masalah ini adalah komputer yang bervirus. Kamu pasti sering mengalami fd tiba-tiba langsung terkena virus setelah dicolokkan di komputer atau laptop umum kan? Ya, wajar saja karena biasa komputer tersebut dibiarkan tidak terurus dan menjadi sarang virus.

Ditambah lagi adanya fungsi autorun atau autoplay di windows yang aktif saat flashdisk tersemat ke USB port. Fitur ini juga akan membuat virus otomatis ter-eksekusi saat fd dicolokkan.

Cara memproteksi flashdisk agar kebal terhadap virus

Ternyata kita bisa memproteksi fd agar tidak mudah terkena virus. Caranya yaitu dengan memanfaatkan karakter yang tidak bisa dibaca oleh virus itu sendiri. Pada tutorial ini, kita menggunakan bantuan aplikasi SMADAV dan usb vaccine. Silahkan simak caranya berikut ini.

1. Memproteksi flasdisk dengan SMAD-LOCK

Smad-Lock (Brankas Smadav) adalah fitur bawaan dari smadav. Jadi untuk mengaktifkan fitur ini, kamu harus terlebih dahulu menginstall smadav. Jika sudah terinstall smadav, silahkan aktifkan dengan cara klik tools, pilih Smad-Lock (pengebalan), kemudian pilih flashdisknya dan terakhir klik Lock. Jika masih bingung silahkan lihat gambar berikut:

Fitur Smad-Lock SMADAV

Setelah itu coba buka flasdiskmu, kamu akan melihat ada sebuah folder dengan nama Δ Smad-Lock (Brankas Smadav) Δ.

Kemudian cara menggunakannya, kamu hanya perlu copy semua file penting yang ada di fd ke dalam folder ini. Karena folder ini adalah folder yang bisa dikatakan aman dari virus.

Hanya folder seperti itu saja bisa aman dari virus? Serius?

Bisa dibilang ya dan tidak. Sistem kerja dari folder ini adalah memanfaatkan kelemahan virus yang tidak bisa mengenali simbol Unicode berupa segitiga. Jika virus tersebut bisa mengenali karakter simbol tersebut maka folder ini tetap akan ditembus virus.

Namun kebanyakan virus shorcut dan beberapa virus fd lainnya, masih tidak bisa menembus folder ini. Selain itu smadav juga membuat satu file dengan nama autorun.inf. File ini tidak bisa dihapus, sehingga virus tidak bisa membuat file autorun.inf lagi (ingat kita tidak bisa membuat satu file dengan nama yang sama).

Sekedar informasi: File autorun.inf adalah suatu file yang biasa digunakan virus fd untuk mengintrusksikan sistem Windows agar menjalankan file virus secara otomatis.

2. Memproteksi flashdisk dengan USBVaccine

Panda USB Vaccine adalah alat yang memungkinkan kita untuk memblokir fitur autorun pada memori USB yang dicolokkan ke komputer. Sehingga komputer dan fd bisa terlindungi dari kontaminasi virus yang memanfaatkan fitur autorun ini.

Tenang, aplikasi ini hanya berukuran 800kb (sangat kecil). Silahkan download terlebih dahulu aplikasi USBVaccine.

Untuk installnya silahkan install seperti biasa, hanya saja pada bagian seperti gambar di bawah, silahkan centang Enable NTFS File System Support.

Petunjuk install Panda USB Vaccine

Kemudian untuk menggunakannya, silahkan buka aplikasi USBVaccine. Pada bagian Computer Vaccination pilih Vaccinate Computer dan pada bagian USB Drive Vaccination pilih Vaccinate USB. Jika sudah aktif kurang lebih seperti ini penampakannya.

Mengaktifkan USB Vaccine

Baca juga:  Cara menghilangkan virus di flashdisk.

Supaya hasilnya maksimal, saya sarankan untuk menggabungkan dua cara di atas. Saya sendiri sudah menggunakan cara ini dan hingga sekarang fd saya masih aman dari serangan virus.
tedieka Orang Geofisika yang sangat tertarik dengan teknologi, mapping, blogger, dll serta mempunyai niat pengen selalu berbagi dengan tulisan tapi gak jadi-jadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *