Kupas Tuntas KPR Syariah: Pengertian, Keuntungan dan Pengajuan

Apakah kamu berniat untuk mencari perumahan Bekasi? Bogor? Depok? Atau perumahan di kota-kota lain? Nah, jika kamu sedang berniat mencari rumah dan juga mengupayakan untuk pengajuan pinjaman pembiayaan ke bank, maka kamu harus cek informasi penting berikut.

Apa itu KPR Syariah?

Pernah mendengar istilah Kredit Pemilikan Rumah (KPR)? Apa yang ada di benak kamu saat mendengar kata tersebut? Apakah cicilan yang begitu besar atau malah solusi dari kebutuhan kamu? Ya, mungkin saat ini kamu merasa KPR adalah sebuah hal yang sulit untuk kamu gapai. Apalagi jika saat ini kebutuhan kamu masih banyak.

Umumnya cicilan KPR bersifat naik. Artinya cicilan bisa naik karena adanya pengaruh suku bunga bank. Nah, ternyata ada lho, jenis KPR yang tidak menggunakan sistem seperti ini. Namanya adalah KRP Syariah. KPR Syariah menggunakan metode penjualan rumah sehingga sistemnya nasabah membeli rumah dari bank dengan mencicil tanpa bunga.

Keuntungan KPR Syariah

Pada dasarnya baik KPR konvensional dan KPR syariah memiliki keuntungan masing-masing. Kehadiran KPR karena memang untuk mempermudah masyarakat dalam memiliki rumah dengan metode cicilan. Namun, kamu harus tahu keuntungan dari KPR syariah sebagai bahan pertimbangan. Berikut informasi selengkapnya!

1. Cicilan tetap hingga akhir

Di KPR syariah cicilan kamu dari awal hingga akhir bernilai sama. Di beberapa bank ada juga yang menawarkan cicilan bertahap seperti contohnya 1-5 tahun pertama di angka 3 juta, di tahun 5-10 4 juta dan tahun 10-15 sebesar 5 juta. Nilai ini biasanya akan dikomunikasikan di awal oleh bank syariah sehingga kamu bisa mempersiapkan dana dari awal.

2. Tidak ada denda jika gagal bayar

Apabila kamu gagal bayar saat menggunakan KPR syariah, biasanya tidak ada denda. Berbeda dengan KPR konvensional yang menerapkan denda. Namun, kamu harus benar-benar siap ya jika telah berkomitmen membeli rumah.

3. Tidak menggunakan sistem bunga

Di KPR syariah sistem yang diterapkan adalah menjual rumah. Artinya bank akan membeli rumah yang kamu tentukan. Lalu bank syariah akan menaikkan nilai jual rumah dengan margin. Setelah harga jual rumah ditambah margin, itulah nilai yang akan kamu gunakan untuk membeli rumah tersebut dengan KPR syariah.

Misalnya kamu sudah menentukan rumah yang akan dibeli senilai 500 juta. Kamu mengajukan KPR syariah ke Bank XX dengan margin 3,5%. Maka 500 juta ditambah nilai 5% yaitu 517 juta. Itu hanya contoh perhitungan saja ya.

4. Kamu Bisa Mengatur Keuangan Bulanan

Cicilan KPR syariah yang tetap tentunya akan membantu dan mempermudah kamu dalam mengatur keuangan bulanan. Kamu sudah akan memiliki posko pengeluaran yang tetap setiap bulan. Hal ini tentu tidak akan membuat kamu was-was cicilan KPR sewaktu-waktu akan naik.

Cara Pengajuan KPR Syariah

Pada prosesnya pengajuan KPR syariah sama dengan KPR konvensional. Mulai dari pengisian dokumen dan sebagainya. Namun kamu tentunya harus mengunjungi bank-bank syariah untuk bisa mendapatkan layanan dan penawaran KPR syariah tersebut.

  1. Pertama-tama kamu bisa membandingkan dulu bank syariah mana yang memberikan penawaran margin paling rendah.
  2. Selain itu cek juga review bank syariah tersebut dalam memberikan dan menjual produk KPR ke nasabah.
  3. Hitung untung rugi dari setiap KPR bank syariah yang kamu ingin ajukan.
  4. Selanjutnya pastikan bank syariah tersebut telah bekerja sama dengan developer tepercaya.

Itu saja informasi mengenai KPR syariah. Semoga penjelasan di atas bisa bermanfaat bagi kamu ya. Jadi, sekarang kalau kamu melihat iklan rumah dijual di Bekasi atau kota lain di sekitar, dan kamu sudah jatuh cinta dengan rumah tersebut, kamu bisa mengajukan KPR syariah dengan berbekal ilmu di atas.

Tinggalkan komentar